Monday, June 17, 2013

Perselingkuhan Nanik

(Bagian 1)

Nama saya Nanik. Saya adalah anak pertama dari sebuah keluarga yang serba berkecukupan. Ayah saya adalah seorang pengusaha di bidang perbankan yang cukup diperhitungkan di daerah saya. Saya menikah atas dasar paksaan ayah saya. Sungguh tidak mengenakan menikah dengan orang yang tidak saya cintai, walaupun sudah kurang lebih sembilan tahun usia pernikahan kami. Suami saya, Bramono, adalah seorang dokter yang sedang mengambil spesialisasi bedah di Rumah Sakit pemerintah di kota kami. Terlihat hebat memang. Tapi sayangnya keluarganya ternyata memiliki bibit keturunan "orang stress". Ini yang menyebabkan saya mengambil keputusan untuk lebih baik mengadopsi daripada memiliki keturunan 'stress'.

Sikapnya sebagai suami sama sekali tidak mencerminkan seorang suami. Terlebih saat dia menyadari bahwa dirinya adalah kesayangan ayah saya, mertuanya. Beberapa alasan ayah saya sangat menyayanginya adalah karena suami saya adalah seorang dokter dan (katanya) adalah keturunan orang terhormat. Terhormat? Menjaga nama baik diri sendiri saja tidak bisa, apalagi nama baik keluarga dan rumah tangga? Sudah cukup lama saya bertahan menjaga nama baik keluarga, hingga akhirnya saya menyadari bahwa ada pihak ketiga yang mengganggu rumah tangga kami.

Namanya Erna. Dia seorang mahasiswi kedokteran hewan yang menjadi gundik suami saya untuk sekian tahun lamanya. Sama sekali tidak ada yang menarik dari dirinya. Kalau boleh saya menyombongkan diri, perbedaan saya dan dirinya ibarat langit dan bumi. Entah apa yang diinginkan suami saya dari dirinya. Bukan hanya nama baik rumah tangga kami yang tercoreng, tapi juga nama baik orang tua saya. Dia membawa 'gundik'nya itu dengan leluasa menggunakan kendaraan pribadi ayah saya, karena memang ia belum mampu memiliki sebuah mobil. Bahkan untuk membeli bautnya pun mungkin masih meminta uang dari saya.

Di tengah kebingungan, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti program Magister Manajemen yang baru saja dibuka di sebuah universitas negeri di kota saya. Di sini saya banyak menjumpai teman baru. Kejenuhan dan kebingungan saya mulai sedikit terobati dengan aktivitas belajar baik di kampus maupun di luar.

Entah angin darimana yang berhembus, saya mendengar bahwa salah seorang teman kuliah saya bertempat tinggal di daerah perumahan yang sama dengan Erni. Tiba-tiba timbul kembali rasa penasaran terhadap 'gundik' suami saya itu. Ibarat wartawan, saya pun mulai melancarkan beberapa pertanyaan daerah seputar perumahan tersebut.

Namanya Eri. Begitu setidaknya ia dipanggil. Pertama memang ia menaruh curiga terhadap pertanyaan saya. Saya berusaha membohonginya agar aib rumah tangga saya tidak terbongkar. Namun karena rasa penasarannya yang begitu besar, saya tidak dapat lagi menutupinya. Terlebih dia begitu jelas memberi informasi mengenai dimana lokasi tepatnya Erni tinggal dan keadaan sekelilingnya. Hingga akhirnya saya meminta tolong untuk sesekali mengintip apakah suami saya pernah berkunjung ke sana. Akibatnya, saya sering berhubungan dengannya untuk mendapatkan informasi lebih darinya.

Dari sekedar menerima informasi dan meminta tolong lagi, akhirnya saya tidak dapat menahan lagi penderitaan yang saya alami. Saya akhirnya sering berkeluh kesah mengenai keadaan rumah tangga saya yang sebenarnya. Entah kenapa saya lakukan ini. Eri adalah totally stranger, yang seharusnya sama sekali tidak mengetahui kondisi intern rumah tangga kami. Tapi bagaimana lagi?

Saya sudah sering berkeluh kesah dengan orang tua mengenai suami saya. Mereka hanya menyuruh saya untuk bersabar. Dengan adik saya, mereka memang merasa kasihan kepada saya, namun mereka juga tidak bisa berbuat banyak karena kesibukan bisnisnya. Saya juga pernah berkeluh kesah dengan bibi (tante) saya yang belum menikah, namun dengan cepat dia menjawab, "Waduh, janganlah bicara itu kepada saya, saya tidak sama sekali tidak tahu masalah seperti itu!". Kemana lagi saya harus berkeluh?

Pada awal cerita saya kepada Eri, dia memang menganjurkan agar saya berbicara kepada orang tua saya. Namun itu merupakan anjuran basi bagi saya. Eri tidak putus asa. Dia terus memberi dukungan secara moral. Yang membuat diri saya seolah semakin tenang berada di sisinya untuk mendengarkan dan menerima dukungannya.

Kemudian dia pun membuka rahasia mengenai dirinya. Mengenai siapa dirinya sebenarnya dan bagaimana kondisi orang tuanya. Dari situ saya melihat beberapa kemiripan diantara kami berdua. Saya pun mulai comfortable apabila sudah berada di sisinya. Dan pertemuan pun sering kami atur. Entah itu berkedok kelompok belajar atau lainnya.

Hingga akhirnya, entah kenapa tumbuh rasa suka saya kepada dirinya, dan di suatu saat Eri memberanikan diri untuk menyentuh tangan saya dan memegangnya. Saya merasakan getaran yang ia jalarkan ke diri saya. Akhirnya tanpa saya sangka, ia mengutarakan perasaannya. Perasaan yang sama dengan apa yang saya rasakan terhadap dirinya.

Singkat cerita, kami mulai sepakat saling mengasihi. Dan kami pun mulai secara rutin bertemu untuk berbagi kasih. Walau pun hanya sebatas di dalam mobil saya.

Kekagetan saya yang berikutnya adalah sewaktu Eri tiba-tiba mencium bibir saya. Lucu rasanya saya mengenang kejadian tersebut. Seolah saya adalah seorang gadis yang baru pertama kali dicium oleh pria. Saya tidak tahu harus bagaimana.

Di satu sisi, saya memang mencintainya. Di sisi lain, saya sudah menikah dan bersuami. Kembali dia melayangkan kecupan dibarengi dengan sedikit lumatan pada bibir saya. Saya tetap tidak berkutik. Hingga akhirnya dia bertanya,"Kenapa tidak dibalas?". Setelah kami saling tatap untuk beberapa saat. Akhirnya..... saya pun membalas lumatan bibirnya.

Kisah kasih kami terus berjalan dengan sedikit bumbu saling cemburu apabila saya terkesan mulai dekat dengan suami saya, atau saya mendengar isu bahwa Eri berkenalan dengan seorang gadis. Tapi itu semua tetap tidak mempengaruhi cinta kami. Percumbuan kami semakin hangat. Dia pun mulai berani menggerayangi bagian-bagian tubuh saya. Baik dengan menggunakan tangannya atau dengan mulutnya.

Buah dada saya yang berukuran 36B ini sudah sering kali menjadi sasaran empuk mulutnya. Dan saya sangat menikmatinya. Saya pun sering mencumbu dadanya yang lapang, dan sesekali mempermainkan mulut dan lidah saya di pentilnya. Dia pun sangat menikmatinya.

Hingga akhirnya permainan kami mengalami peningkatan. Jemarinya mulai terampil menyusup kepada celana dalamku dan mempermainkan klitoris saya. Saya mulai merasakan geli dan nikmat bercampur menjadi satu, terlebih apabila ia kombinasikan dengan mencumbu tubuh saya.

Kami saling bergantian mencumbu hingga akhirnya pun saya hanyut dalam kebiasaan melakukan oral seks terhadapnya. Dia begitu surprise saat saya melakukan oral. Eri tidak menyangka, seperti halnya saya. Saya bahkan sempat terheran pada diri saya sendiri. Banarkah saya melakukan ini? Pertama kali saya melakukan oral seks terhadapnya, memang saya kikuk sekali. Eri hanya membuka sedikit celana dalamnya hingga kepala penisnya tersembul. Entah kenapa, saat saya sedang mencumbu tubuhnya, saya sangat terdorong untuk mencumbu penisnya dan memasukkannya ke dalam mulut saya.

Dan sejak saat itu, percumbuan kami belumlah lengkap apabila saya belum melakukan oral seks terhadapnya. Bagi saya, saya merasa memiliki hobby baru. Membuatnya nikmat melalui oral seks.

Foto Kutu Kepala Manusia yang Dizoom 1 Juta Kali

Unik tapi Fakta -

Inilah Burger Terbesar di Dunia 90 Kg

Unik tapi Fakta -

Sebuah kafe di Sydney, Australia, menyatakan telah memecahkan rekor pembuatan hamburger raksasa terbesar di dunia. Diperlukan waktu hingga 12 jam untuk memasaknya dan empat lelaki untuk menutup lapisannya.

Burger raksasa itu dimasak oleh pemilik kafe, Joe dan Iman El-Ajouz. Berat total burger itu mencapai 90 kilogram sehingga mengalahkan rekor sebelumnya yang dicetak di Michigan, AS, berupa burger raksasa seberat 84 kilogram.

”Upaya untuk menutupi dagingnya merupakan tantangan terbesar. Namun, kami dapat melakukannya dengan baik,” ujar Iman El-Ajouz. ”Suami saya harus mempersiapkan penyangga khusus dan sebuah penggorengan raksasa,” tambahnya lagi.

Burger raksasa itu dibuat dengan bahan 120 telur, 150 potongan keju, 1,5 kilogram gula, 2,5 kilogram tomat, dan hampir 2 kilogram lettuce atau cairan yang juga bisa dipakai untuk salad.

Semuanya ditutup dengan saus spesial dalam sebuah roti besar. Burger raksasa itu dimakan beramai-ramai oleh karyawan di kafe tersebut.

BI Segera Edarkan Uang Pecahan Rp 10.000 Baru

Unik tapi Fakta - Bank Indonesia (BI) telah melakukan distribusi uang pecahan Rp 10.000 dengan desain baru ke kantor-kantor Bank Indonesia (KBI) di daerah-daerah. Uang pecahan baru tersebut akan segera disebarkan ke masyarakat.


Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia S Budi Rochadi ketika ditemui di Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (17/06/2010).

"Uang Rp 10.000 yang baru itu sudah di distribusikan ke KBI-KBI di daerah. Nanti dalam waktu dekat akan disebarkan secara serempak," ujarnya.


Budi menjelaskan, untuk tahap pertama BI memang berencana mengganti uang kertas Rp 10.000 yang berwarna merah dengan yang berwarna biru.

"Untuk pertama itu dulu (Rp 10.000), nanti yang logam menyusul," katanya.

BI sebelumnya mengatakan akan mencetak lebih dari 500 juta lembar pecahan Rp 10.000. Uang baru itu rencananya akan berwarna biru muda, untuk mencegah masyarakat agar tidak tertukar dengan pecahan Rp 100.000. (detik.com)

Dit Is Hier, Bra!

Unik tapi Fakta - "Dit is hier, Bra?" Kalimat itu kini sering terdengar di Afrika Selatan (Afsel), bahkan dari mulut orang tak dikenal sekalipun. Kalimat itu mencerminkan kebanggaan, kekaguman, dan kebahagiaan masyarakat Afsel menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010.


Kalimat itu merupakan bahasa Afrikaan, salah satu bahasa resmi di Afsel yang merupakan campuran bahasa Inggris, Belanda, dan bahasa lokal. Maknanya seperti "This is here, bro (singkatan brother)" dalam bahasa Inggris, atau "Akhirnya di sini, teman". Tapi, bagi masyarakat Afsel, kalimat itu sering diartikan, "Bisakah kamu merasakannya?" Karena Piala Dunia sudah di sini (Afsel), maka semuanya terasa. Itulah konteks kalimat tersebut.

Ya, kalimat itu cerminan kepuasan luar biasa. Tuan rumah Piala Dunia bagi bangsa-bangsa Afrika sebelumnya hanya mimpi. Tapi, kini semua itu menjadi kenyataan di Afrika Selatan.

Maka, sering kali masyarakat Afsel akhir-akhir ini menyapa dengan kalimat "Dit is hier?" Biasanya, lawan bicara akan menjawab, "Yes, of course!"

Ketika pertama kali masuk ke kawasan perdagangan di Menlyn, Pretoria, Kompas.com sempat diteriaki seseorang berbadan tegap dan berwajah seram. "Dit is hier, bra?"

Karena belum tahu artinya, penulis sempat khawatir bahwa ini awal aksi perampokan. Maklum, Afrika Selatan gudangnya rampok. Dan, menurut warga setempat, sering kali perampok mendatangi korban dengan memanggil "saudara" atau dalam bahasa mereka "bra" dari singkatan brother (bahasa Inggris).

Kalimat itu diulang-ulang oleh pria tersebut. Karena semakin tak paham, saya tak mengabaikannya. Seseorang kemudian menjelaskan bahwa ini sapaan yang sekaligus menyambut Piala Dunia 2010.

Akhirnya, kalimat itu menjadi jelas dan terjawab. "Yes, of course, man! I feel it," jawab saya. Pria itu pun tersenyum puas dan bangga.

Dalam konser pembukaan Piala Dunia bertajuk "Kick Off" di Stadion Orlando, Soweto, tokoh antiapartheid Desmond Tutu juga menegaskan hal itu. "Sekarang, mimpi itu menjadi kenyataan. Ini saat spesial karena Piala Dunia digelar di tanah kemanusiaan. Mari kita sambut manusia seluruh dunia dengan ramah," kata dia menganjurkan.

Hal sama juga disampaikan Presiden Afsel Jacob Zuma di konser tersebut. Dia pun berharap rakyat Afsel menikmatinya.

Ya, bangsa Afrika memang pantas bangga. Mereka akhirnya menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk pertama kalinya. Gairah dan kemeriahan Piala Dunia 2010 itu pun kini kian terasa. Sebab, Jumat (11/6/2010), gelaran sepak bola terbesar sejagat itu akan dibuka di Stadion Soccer City, Soweto.

Pembukaan akan diisi berbagai aksi tari dan nyanyian, juga atraksi pesawat di udara. Dijadwalkan, tokoh karismatis Nelson Mandela akan hadir dalam pembukaan itu. Ini akan sempurna. Seperti kata Sepp Blatter, Piala Dunia 2010 tanpa Mandela akan hambar dan tak seperti Piala Dunia.

Masyarakat Afsel sudah semakin bergairah menyambut pembukaan itu. Bel mobil, yang biasanya belum tentu terdengar dalam sebulan, kini makin sering terdengar untuk menyambut Piala Dunia. Trompet tradisional Afsel, vuvuzela, juga sering ditiup dengan kerasnya.

"Dit is hier, bra!"
(kompas.com)

Pemain Bola Pun Percaya Takhayul

Unik tapi Fakta - Kebiasaan berpikir tentang hal takhayul ternyata terjadi pula pada pemain sepak bola. Mereka seringkali melakukan kebiasaan-kebiasaan khas yang diyakini memberi "berkah" dan bukan "sial" dalam setiap laga.

Di setiap pertandingan, beberapa pemain terbiasa melakukan "ritual" tertentu, seperti yang dilakukan pemain Perancis William Gallas yang selalu meletakkan satu kaus kakinya sebelum pemain terakhir keluar lapangan atau mencium kepala botak Laurent Blanc dan Fabien Barthez.
Pemain Inggris John Terry juga memiliki beragam ritual yang tak pernah dilupakan. Bintang klub Chelsea ini selalu duduk di kursi yang sama saat di bus. Sedangkan, rekannya asal Jerman, Defoe selalu mengatakan potongan rambut yang baru dapat menangkis kemungkinan cedera.
Sementara itu, para pemain Brasil dan Argentina bersumpah bahwa kostum bernomor punggung 10 selalu diberkati dan mengandung kekuatan super, atau paling tidak berkaitan dengan bintang-bintang pendahulu yang telah memakainya.
Tim nasional Argentina pernah mencoba "memensiunkan" kostum bernomor punggung 10 setelah dipakai Diego Maradona hingga sampai tampilnya Lionel Messi. Sedangkan, Zico dan Kaka hingga saat ini selalu melakukan yang terbaik untuk menghormati pendahulu mereka Pele.
Akan tetapi, sebagian dari mereka justru berpikir jauh hingga ke arah alam takhayul. Angka 13 seringkali dianggap sebagai angka sial. Namun demikian, striker Uruguai Sebastian Abreu justru mengaku tenang dengan angka 13 di punggungnya.
Di negaranya, Sebastian Abreu dijuluki "el Loco" gila. "Saya selalu minta nomor (punggung) yang pernah saya mainkan dimana-mana," kata pria asal Botofogo, Brasil ini.
Mario Lobo Zagallo, pelatih sekaligus pemain Brasil adalah contoh lain yang tak percaya kutukan angka 13. "Saya suka angka 13 karena istri saya. Dia berdevosi pada Santo Antonius," ujarnya.
Di Brasil dan Portugis, Santo Antonius diyakini sebagai pelindung pasangan suami istri. Orang kudus ini selalu diperingati setiap tanggal 13 Juni. (kompas.com)

Ternyata Zakumi itu masih Sepupunya Macan Jawa

Unik tapi Fakta -Yang ditunggu-tunggu pun keluar. Jerome Valkcke, Sekjen FIFA, mengumumkan maskot Piala Dunia XIX pada 22 September 2008 di Johannesburg, Afrika Selatan. Maskot itu berwujud seekor macan tutul yang dikartunkan gagah dan rada kocak, Zakumi namanya. "Za" berasal dari potongan kata zuid afrika atau Afrika Selatan, "kumi" yang berarti 10 berasal dari gabungan dialek orang Afsel yang multietnik. Makanya bola resmi Adidas yang bernama lokal Jabulani pun memiliki sulur-sulur 11 aneka warna sebagai lambang ras pelangi peserta pesta bola dunia ini.

Maskot dari kata mascotte dari bahasa Perancis, berbentuk obyek gambar dan benda, baik berupa manusia atau binatang yang dianggap akrab dan membawa untung lambang suatu peristiwa pesta olahraga. Khususnya maskot ajang sepak bola, Inggris sudah merintis tahun 1966 dengan Singa Willie pada Piala Dunia 1966. Singa-singaan maskot ini laku dan memancing tuan rumah bikin untuk suvenir komersial.
Piala Dunia 1970 di Meksiko, muncul maskot Juanito yang bocah bersombrero. Karena sudah mulai terbiasa, pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat muncul dua karakter kocak Tip dan Tap. Masih maskot sosok bocah, Piala Dunia 1978 di Argentina hadir lagi maskotnya, Gauchito dengan kudanya. Piala Dunia 1982 di Spanyol ada maskot Naranjito memegang bola.
Saat Piala Dunia 1986 yang balik ke Meksiko lagi, ada Pique dengan cabai besarnya. Lalu Piala Dunia 1990 Italia, ada Ciao yang bentuknya orang-orangan dari tongkat hijau dengan kepala bentuk bola. Baru saat Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, muncul maskot anjing Striker. Sementara maskot ayam jantan Footix ada di Piala Dunia 1998 Perancis. Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang, muncul maskot tiga makhluk luar angkasa aneh-anehan: Ato, Nik, dan Kaz. Lalu maskot singa Goleo di Piala Dunia 2006 di Jerman.
Sosok Zakumi yang ciptaan desainer Andries Odendaal "memiliki" tanggal lahir 16 Juni 1994—sebagai hari peringatan penghapusannya politik buruk apartheid. Ide pemilihan leopard sebagai maskot mengingat hewan predator ini terkenal trengginas, gesit, kuat, gigih, cerdik, pandai memanjat, dan juga penyergap ganas. Bayangkan, macan dewasa soliter berbobot 60-an kilogram dan panjang 2,5 meter ini mampu memanggul mangsanya yang sebesar dan seberat 1,5 kali ukuran tubuhnya. Di Afsel, teman-teman liarnya Zakumi digelari supercat.
Sebagai pemangsa liar yang soliter, macan tutul (Panthera pardus) bercorak bulu kasar tutul-tutul hitam di atas bulu-bulu kasar dan halus coklat jingga kemerahan, dalam telaah zoologi termasuk ke dalam kelompok "big cats" atau "kucing besar" bersama-sama singa (P leo), harimau belang (P tigris), dan jaguar (P onca). Juga macan tutul yang dikartunkan agak kocak berambut gaya kribo Afro Look hijaunya, terpilih sebagai kehormatan dan perhitungan matang.
Sebab, Afsel sebagai habitat satwa liar "big five"—badak, kerbau liar (Cape buffalo), gajah, macan tutul, dan singa. Juga tuan rumah Piala Dunia XIX ini "kandangnya" tiga mamalia terbesar dunia—kuda nil, gajah, dan badak mulut lebar. Malah Afsel terkenal dengan satwa istimewa: jerapah yang tertinggi, cheetah yang pelari tercepat, dan satwa terkecil sejenis tikus liliput. Namun, Zakumi tanpa repot-repot terpilih menjadi maskot.
Bukan harimau
Leopard ini sesungguhnya pemangsa dan satwa teroris. Persebarannya sudah ada sejak lama sekali, karena macan tutul kini hidup tersebar dari Afrika sampai ke India, lalu hidup juga di belahan Asia Tenggara, serta hidup liar di hutan Korea serta hutan rusak di Jawa, ya Pulau Jawa.
"Macan tutul itu bukan harimau loreng sumatera. Macan tutul hanya ada di Jawa, tidak hidup di hutan Sumatera dan Kalimantan. Macan tutul sumatera dan kalimantan itu macan dahan dari spesies Neofelis nebulosa yang taringnya mirip sabre tooth tiger zaman purba," kisah Tony Sumampau, Sekjen Perkumpulan Kebun Binatang Indonesia dan Direksi Taman Safari Indonesia.
Sebagai pakar mamalia dan khususnya big cats dan pakar proyek peliaran harimau sumatera di Tambling Wildlife Resort, Sumampau menuturkan, kelompoknya memelihara dan menangkar juga leopard afrika, leopard korea, leopard tutul sri lanka, leopard jabar, macan tutul jatim, termasuk juga macan dahan, jaguar, puma. Termasuk jenis small cats macamnya flat headed cat atau kucing dampak, kucing marmer, kucing emas, kucing blacan yang Felis benggalis. "Semua itu untuk proyek studi dan penyelamatan dari Kementerian Kehutanan," katanya.
Kalau di Afsel kini ngetop nama Zakumi, tetapi sepupunya yang kelahiran Jabar dan Jatim bernama Akang, Ayu, Gombloh, Bromo, Eman, atau Bejo. Itu sepupu, bukan sekutu. (RUDY BADIL, Wartawan Senior)

LinkWithin