Wednesday, October 14, 2009

Loyalitas Abdi Dalem


Bagi yang pernah berkunjung ke Kota Yogyakarta dan sempat masuk dalam lingkungan kraton, akan sering menjumpai beberapa orang abdi dalem Kraton Yogyakarta. Penampilan mereka mudah dikenali, berbaju kain peranakan biasanya berwarna biru tua bergaris vertical 3 dan 4 (telupat). Mereka juga menggenakan kain dan sebilah keris terselip di pinggang belakangnya. Kaki menggenakan selop, bahkan banyak juga diantara mereka yang tidak beralas kaki. Ada nuansa fantastis melihat keteguhan mereka menjalani profesinya yang begitu tenang, seolah berlawanan dengan derasnya dinamika era globalisasi. Hal lain yang lebih fantastis dari rutinitas kehidupan mereka, adalah masalah gaji mereka.

Berapakah gaji mereka sebagai abdi dalem Kraton Yogyakarta? Ternyata para abdi dalem itu rata – rata mandapatkan uang gaji dari kraton hanya berkisar antara 5.000 rupiah sampai 10.000 rupiah tiap bulannya (wehhh buat beli pulsa aja masih kurang bagi aku..).
Para abdi dalem itu menyebut upah tiap bulan yang mereka terima bukan dengan sebutan gaji tetapi kekocah, yakni sebagian uang sultan untuk para abdi dalem atas jasanya mengabdi. Mbah Marijan, yang adalah abdi dalem Juru Kunci Gunung Merapi, sebelum dikontrak menjadi bintang iklan kuku biima, menerima kekocah sebesar Rp 5.600,- per bulan, tanpa pernah mempersoalkan.weleh… gak habis fikir aku.



Sungguh fantastis dan harus diakui bahwa keadaan ini melawan arus “kelumrahan hidup” seperti yang sehari-hari dilakukan oleh masyarakat diluar komunitas para abdi dalem itu.sangat sulit bagi kita untuk melakukan hal itu. Kondisi yang mendorong para abdi dalem terpanggil untuk melayani di kraton itu bukanlah suatu benda kasat mata yang selalu dapat dinilai dengan rupiah atau dinalar oleh pancaindra manusia, tetapi suatu panggilan jiwa dorongan nurani.

Satu hal lagi yang dapat dicermati dari kehidupan para abdi dalem kraton itu adalah rasa bangga bahwa mereka dapat mengabdi kepada Kraton Yogyakarta Hadiningrat, bahwa mereka mendapatkan kebahagiannya dengan hidup intuk melayani dan mensyukuri segala pemberiannya.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin